Surat Al-Fatihah: Nama, Keutamaan, dan Kandungannya (Tafsir #1)
Surat Al-Fatihah: Nama, Keutamaan, dan Kandungannya
Pendahuluan
Surat Al-Fatihah merupakan surat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Surat ini dibaca dalam setiap rakaat shalat dan menjadi pembuka Al-Qur'an yang mulia. Memahami kandungan dan keutamaannya adalah kunci bagi setiap Muslim untuk memperdalam makna ibadah yang dilakukannya setiap hari.
Nama-Nama Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah memiliki banyak nama yang menunjukkan keagungan dan kedudukannya dalam Islam. Beberapa nama yang telah sahih disebutkan dari Nabi ﷺ adalah:
1. فَاتِحَةُ الْكِتَابِ (Fatihatul Kitab) — Pembuka Kitab.
2. أُمُّ الْقُرْآنِ (Ummul Qur’an) — Induk Al-Qur'an.
3. أُمُّ الْكِتَابِ (Ummul Kitab) — Induk Kitab.
4. السَّبْعُ الْمَثَانِي (As-Sab’ul Matsani) — Tujuh Ayat yang Diulang.
5. الْقُرْآنُ الْعَظِيمُ (Al-Qur'anul Azhim) — Al-Qur'an yang Agung.
6. سُورَةُ الْحَمْدِ (Surat Al-Hamd) — Surat Pujian.
Dalil Penamaan Surat Al-Fatihah
1. Disebut Fatihatul Kitab
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
«لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ».
Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak sah shalat bagi siapa yang tidak membaca Fatihatul Kitab."
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Disebut Ummul Kitab
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ:
«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ: هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ؟!»
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
"Nabi ﷺ meringankan dua rakaat sebelum shalat subuh, sampai aku berkata: Apakah beliau membaca Ummul Kitab?"
(HR. Bukhari dan Muslim)
3. Disebut As-Sab’ul Matsani dan Al-Qur'anul Azhim
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
«أُمُّ الْقُرْآنِ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
"Ummul Qur'an adalah As-Sab’ul Matsani dan Al-Qur'anul Azhim."
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
4. Disebut Al-Qur'anul Azhim
عن أبي سَعيدِ بن المعلَّى رضي الله عنه، قال: ((مرَّ بي النبيُّ صلَّى الله عليه وسلَّم وأنا أُصلِّي، فدَعاني فلم آتِهِ حتى صلَّيتُ، ثم أتَيتُ فقال: ما منَعك أن تأتيَ؟ فقلتُ: كنتُ أُصلِّي، فقال: ألم يقُلِ اللهُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ؟! ثم قال: ألَا أُعَلِّمُك أعظمَ سورةٍ في القرآنِ قبلَ أن أخرُجَ منَ المسجدِ؟ فذهَب النبيُّ صلَّى الله عليه وسلَّم ليخرُجَ منَ المسجدِ فذَكَّرتُه، فقال: الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِينَ هي السَّبعُ المَثاني، والقرآنُ العظيمُ الذي أوتيتُه ))
Dari Abu Sa'id bin Al-Mu'alla radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar dari masjid?"
Lalu Nabi ﷺ bersabda:
"Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, itulah As-Sab’ul Matsani dan Al-Qur'anul Azhim yang aku diberikan."
(HR. Bukhari)
Keutamaan dan Keistimewaan Surat Al-Fatihah
1. Surat yang Menjadi Cahaya Khusus untuk Nabi Muhammad ﷺ
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ:
«بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ، وَنَزَلَ مَلَكٌ، فَقَالَ: أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيْتَهُمَا، لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ...».
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
"Jibril berkata kepada Nabi ﷺ: Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada Nabi sebelumnya, yaitu Fatihatul Kitab dan akhir surat Al-Baqarah."
(HR. Muslim)
2. Surat yang Menghadirkan Munajat antara Hamba dan Allah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
«قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، قَالَ اللهُ: حَمِدَنِي عَبْدِي...»
Nabi ﷺ bersabda:
"Allah berfirman: Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta."
Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan bacaan Al-Fatihah satu per satu sebagai percakapan antara hamba dengan Allah.
(HR. Muslim)
3. Shalat tidak sah tanpa membacanya
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
«لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ».
Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu:
"Tidak sah shalat bagi yang tidak membaca Fatihatul Kitab."
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Surat yang Menjadi Ruqyah Penyembuh
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ:
«... فَجَعَلَ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، فَجَعَلَ الرَّجُلُ كَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ...»
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu tentang kisah sekelompok sahabat yang meruqyah seorang kepala suku yang terkena gigitan, dengan membaca Surat Al-Fatihah, lalu sembuh dengan izin Allah. Nabi ﷺ bersabda:
"Apa yang membuatmu tahu bahwa ia adalah ruqyah? Kalian benar. Bagikan hadiah tersebut dan berikan aku bagian bersamamu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Surat Makkiyah
Surat Al-Fatihah tergolong surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan sebelum hijrah, Hal ini berdasarkan firman Allah:
﴿ وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ ﴾
"Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."
(QS. Al-Hijr: 87)
Nabi ﷺ juga menegaskan:
«هي السبع المثاني والقرآن العظيم الذي أوتيته»
Dan sabda Nabi ﷺ kepada Abu Sa’id bin Al-Mu’alla:
"Itulah As-Sab’ul Matsani dan Al-Qur'anul Azhim yang aku berikan kepadamu."
(HR. Bukhari)
Shalat juga telah disyariatkan di Makkah sebelum hijrah, dan Al-Fatihah telah menjadi rukun bacaan dalam shalat sejak saat itu.
Tujuan Pokok Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah mengandung tujuan-tujuan besar, di antaranya:
1. Mengenalkan Allah Ta’ala dengan sifat-sifat-Nya.
2. Menjelaskan jalan penghambaan yang benar kepada Allah.
3. Menjelaskan kondisi manusia: ada yang berada di jalan lurus dan ada yang menyimpang.
Kandungan Pokok Surat Al-Fatihah
Beberapa tema pokok dalam Surat Al-Fatihah adalah:
1. Sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna.
2. Penetapan hari kebangkitan dan hari pembalasan.
3. Mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, termasuk permohonan pertolongan dan doa.
4. Penjelasan tentang jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat.
5. Peringatan agar tidak mengikuti jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.
Hikmah Dibukanya Al-Qur'an dengan Surat Al-Fatihah
Allah membuka kitab-Nya dengan Surat Al-Fatihah karena surat ini mencakup seluruh makna pokok Al-Qur'an. Apa yang dijelaskan secara ringkas di dalamnya akan dirinci dalam surat-surat berikutnya. Surat ini berperan sebagai muqaddimah yang sempurna layaknya pembuka pidato atau prolog dalam kitab.
Tim Belajar Syariah
Posting Komentar untuk "Surat Al-Fatihah: Nama, Keutamaan, dan Kandungannya (Tafsir #1)"
Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda