Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aqidah, Iman, dan Tauhid: Definisi dan Hubungannya dalam Islam (Aqidah #1)

Aqidah, Iman, dan Tauhid: Definisi dan Hubungannya dalam Islam

Definisi Aqidah, Iman, dan Tauhid dalam Islam

Pengantar

Dalam Islam, istilah aqidah, iman, dan tauhid memiliki keterkaitan erat, tetapi juga memiliki makna tersendiri yang perlu dipahami secara mendalam. Artikel ini akan menjelaskan definisi dari ketiga istilah tersebut baik secara bahasa maupun istilah, serta menjelaskan hubungan di antara ketiganya menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Definisi Aqidah

1. Definisi Aqidah secara Bahasa

Secara bahasa, kata "aqidah" berasal dari kata ‘aqd (العقد) yang berarti mengikat, menghubungkan, atau mempererat sesuatu. Kata ini juga mengandung makna keteguhan dan keyakinan yang kuat. Ibn Faris dalam Maqayis al-Lughah mengatakan:
"العقد: الجمع بين أطراف الشيء، والشدُّ وشدة التوثق".
"Al-‘aqd berarti mengumpulkan bagian-bagian sesuatu, mengikatnya, dan menguatkannya dengan erat." (Maqayis al-Lughah, 4/86)

2. Definisi Aqidah secara Istilah

Secara istilah, aqidah adalah keyakinan yang kuat dalam hati mengenai keesaan Allah dan segala sesuatu yang wajib diimani tanpa ada keraguan. Al-Fayumi dalam al-Misbah al-Munir mendefinisikan:
"العقيدة: جزم القلب وعقده على توحيد الله تعالى وما وجب الإيمان به دون شك"
"Aqidah adalah keteguhan hati dan keyakinan yang kokoh terhadap tauhid Allah Ta’ala serta segala yang wajib diimani tanpa keraguan." (al-Misbah al-Munir, 2/421)

Definisi Iman

1. Definisi Iman secara Bahasa

Kata "iman" secara bahasa berasal dari akar kata amuna (أمن) yang berarti ketenangan, keamanan, dan hilangnya rasa takut. Ar-Raghib al-Asfahani mengatakan dalam al-Mufradat:
"الإيمان في اللغة بمعنى التصديق، وأصل الأمن هو طمأنينة النفس وزوال الخوف"
"Iman dalam bahasa berarti kepercayaan (tashdiq), dan asal kata ‘aman’ berarti ketenangan jiwa dan hilangnya rasa takut." (al-Mufradat, hlm. 90)

2. Definisi Iman secara Istilah

Secara istilah, iman adalah keyakinan yang teguh terhadap segala yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya, disertai dengan penerimaan dan kepatuhan. Ibn Taimiyah berkata:
"الإيمان وإن كان يتضمن التصديق فليس هو مجرد التصديق، وإنما هو الإقرار والطمأنينة..."
"Iman, meskipun mencakup keyakinan, bukan hanya sekadar keyakinan semata, melainkan juga pengakuan dan ketenangan hati..." (al-Sarim al-Maslul, 3/966)

Ibn Utsaimin juga menjelaskan:
"الإيمان هو التصديق المستلزم للقبول والانقياد، قبول الخبر، والانقياد للأمر والنهي"
"Iman adalah keyakinan yang mengharuskan penerimaan dan kepatuhan, yaitu menerima berita serta tunduk terhadap perintah dan larangan." (Tafsir Surah asy-Syu’ara, hlm. 176)

Iman juga didefinisikan sebagai ucapan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan amal dengan anggota tubuh. Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
"الإيمان قول وعمل، يزيد وينقص"
"Iman adalah perkataan dan perbuatan, ia bertambah dan berkurang." (Thabaqat al-Hanabilah, 1/343)

Hal ini menunjukkan bahwa iman dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan, sebagaimana keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Definisi Tauhid

1. Definisi Tauhid secara Bahasa

Secara bahasa, tauhid berasal dari kata wahhada (وحَّدَ) yang berarti menjadikan sesuatu satu atau mengesakan. Ibn Faris berkata dalam Maqayis al-Lughah:
"التوحيد: من الوحدة، وهي الانفراد"
"Tauhid berasal dari kata wahdah, yang berarti keesaan." (Maqayis al-Lughah, 6/90)

2. Definisi Tauhid secara Istilah

Secara istilah, tauhid adalah mengesakan Allah dalam segala hal yang menjadi hak-Nya, baik dalam rububiyyah, uluhiyyah, maupun asma wa sifat. Ibn Qayyim al-Jauziyyah berkata:
"ليس التوحيد مجرد إقرار العبد بأنه لا خالق إلا الله، وأن الله رب كل شيء ومليكه، كما كان عباد الأصنام مقرين بذلك وهم مشركون"
"Tauhid bukan hanya sekadar pengakuan bahwa tidak ada pencipta selain Allah, atau bahwa Allah adalah Rabb segala sesuatu, karena para penyembah berhala pun mengakui hal itu, tetapi mereka tetap musyrik." (Madarij as-Salikin, 1/339)

Hubungan antara Aqidah, Iman, dan Tauhid

Ketiga istilah ini memiliki hubungan erat. Secara umum:

1. Aqidah mencakup iman dan tauhid secara keseluruhan.
2. Iman lebih khusus dalam aspek keyakinan dan penerimaan terhadap seluruh rukun iman.
3. Tauhid adalah bagian dari aqidah yang berfokus pada keesaan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah, serta asma wa sifat.

Ibn Baz berkata:
"العقيدة أعم من التوحيد، والتوحيد أخص"
"Aqidah lebih umum daripada tauhid, sedangkan tauhid lebih khusus." (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 6/217)

Ibn Utsaimin juga menjelaskan perbedaan iman dan tauhid:
"التوحيد هو: إفراد الله عز وجل بما يختص به ويجب له، والإيمان هو: التصديق المتضمن للقبول والإذعان"
"Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal yang menjadi hak-Nya dan wajib bagi-Nya, sedangkan iman adalah keyakinan yang mencakup penerimaan dan kepatuhan." (Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, 1/26)

Kesimpulan

Aqidah, iman, dan tauhid adalah konsep fundamental dalam Islam. Memahami perbedaan dan hubungan di antara ketiganya membantu seorang Muslim dalam memperkuat keyakinan dan menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Pemahaman ini juga menegaskan pentingnya berpegang teguh pada aqidah yang benar menurut pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Tim Belajar Syariah

Posting Komentar untuk "Aqidah, Iman, dan Tauhid: Definisi dan Hubungannya dalam Islam (Aqidah #1)"