Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adab: Maknanya Secara Bahasa dan Istilah (Adab #1)

Adab: Maknanya Secara Bahasa dan Istilah (Adab #1)

Pengertian Adab (Sastra) dalam Bahasa dan Istilah

Salah satu istilah yang banyak digunakan dalam kajian bahasa Arab dan budaya Islam adalah adab (الأدب). Istilah ini sering kita jumpai baik dalam pembahasan sastra, akhlak, maupun pendidikan. Namun, apa sebenarnya makna adab? Materi ini akan mengupas pengertian adab secara bahasa (lughatan) dan istilah (ishtilahan) berdasarkan penjelasan para ulama terdahulu.

Adab secara Bahasa (الأدبُ لُغةً)

Secara bahasa, kata adab berasal dari akar kata yang bermakna mengundang atau menyeru. Dikatakan dalam bahasa Arab:
أدَبَ أدْبًا مِن بابِ ضَرَبَ: صَنَعَ صنيعًا ودعا الناسَ إليه، فهو آدبٌ على فاعلٍ
Artinya: "Adaba adaban (dengan pola daraba) berarti melakukan suatu perbuatan dan mengundang orang lain kepadanya, maka pelakunya disebut aadib."

Hal ini terlihat dalam syair terkenal yang dinukil dari Ṭarfah bin al-‘Abd:
نَحنُ في المَشْتاةِ نَدعو الجَفَلى لا تَرى الآدِبَ فينا يَنتَقِرْ
"Kami pada musim dingin biasa mengundang orang banyak, tidak engkau lihat di antara kami orang yang pelit dalam mengundang." (Misbah Al Munir, Fuyumi: 1/9, 103, 304)

Kata adab juga bermakna mengajarkan akhlak yang baik dan melatih jiwa agar terbiasa dengan perilaku terpuji. Dalam bahasa Arab dikatakan:
وأدَبْتُه أدْبًا: عَلَّمتُه رياضةَ النفسِ ومحاسنَ الأخلاقِ
Artinya: "Aku telah mendidiknya, melatih jiwanya dan mengajarkannya akhlak yang baik."

Adapun bentuk jamaknya adalah آداب (aadaab), sebagaimana سبب menjadi أسباب.

Menariknya, adab tidak hanya berkaitan dengan moral dan akhlak, tapi juga kesantunan, keindahan bertutur, dan keluwesan dalam perilaku. Oleh karena itu, orang yang memiliki adab disebut adib (أديب) atau uddaba' (أدباء) untuk bentuk jamaknya.

Al-Azhari berkata:
الأدبُ: الذي يتأدب به الأديبُ من الناس، سُمِّي أدبًا لأنه يأدبُ الناسَ الذين يتعلمونه إلى المحامدِ وينهاهم عن المقابحِ.
"Adab adalah sesuatu yang dengan itu seseorang menjadi adib (beradab). Disebut adab karena ia mengajak manusia yang mempelajarinya kepada segala pujian dan mencegah mereka dari segala keburukan." (Tahdzib Al-Lughoh: 14/147).

Ibn Faris dalam Maqayis al-Lughah juga mengatakan:
الهمزةُ والدالُ والباءُ: أصلٌ واحدٌ تتفرعُ مسائلهُ وترجعُ إليه؛ فالأدبُ أن تجمعَ الناسَ إلى طعامِك، وهي المأدبةُ والمأدبةُ، والآدبُ: الداعي.
"Huruf hamzah, dal, dan ba memiliki makna dasar yang sama yaitu mengumpulkan manusia kepada suatu jamuan (ma’dubah), dan al-aadib adalah orang yang mengundang mereka." (Maqayis Lughah: 1/74, 75)

Dari sini dapat dipahami bahwa adab secara bahasa pada mulanya bermakna "mengundang" atau "mengumpulkan", kemudian maknanya berkembang menjadi "mengundang kepada segala bentuk kebaikan".

Adab secara Istilah (الأدبُ اصطلاحًا)

Secara istilah, para ulama memberikan definisi adab dengan beragam ungkapan yang memperkaya pemahamannya:

1. Ibn Hajar, as-Suyuthi, dan al-Munawi menyebutkan:
الأدبُ استعمالُ ما يُحمَدُ قولًا وفعلًا
"Adab adalah menggunakan segala hal yang terpuji, baik dalam ucapan maupun perbuatan." (Fathul Bari, Faidhul Qadir).

2. Al-Aqfahsi mengatakan:
الآدابُ: اجتماعُ محاسنِ الأخلاقِ ومحاسنِ العاداتِ
"Adab adalah terkumpulnya akhlak-akhlak yang baik dan kebiasaan-kebiasaan yang terpuji." (Al Adab Al Akal)

3. Abu Zaid al-Anshari berkata:
الأدبُ يقعُ على كلِّ رياضةٍ محمودةٍ يتخرجُ بها الإنسانُ في فضيلةٍ من الفضائلِ
"Adab meliputi setiap bentuk pelatihan jiwa yang baik sehingga seseorang menjadi terampil dalam meraih keutamaan-keutamaan." (Al Misbah Al Munir).

4. Abu Ismail al-Harawi menyatakan:
الأدبُ: حفظُ الحدِّ بينَ الغلوِّ والجفاءِ بمعرفةِ ضررِ العدوانِ
"Adab adalah menjaga batas antara sikap berlebihan dan sikap keras dengan mengetahui bahaya sikap melampaui batas." (Manazil As Saairin, 67)

Beberapa definisi lainnya dari para ulama juga mengatakan bahwa:

• Adab adalah mengambil akhlak yang mulia.
• Adab adalah tetap berpegang pada perkara-perkara yang indah dan terpuji.
• Adab adalah memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
• Adab adalah kesempurnaan perilaku dalam berbagai keadaan serta menghimpun akhlak yang baik.
• Adab adalah sifat-sifat yang terpuji.
• Adab adalah kemampuan yang mencegah seseorang dari perkara yang memalukan.
• Adab adalah latihan jiwa melalui pengajaran dan pendidikan yang benar.
• Adab adalah pengetahuan tentang cara menempatkan ucapan dan perbuatan pada tempat yang sesuai.

Maka, Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa adab bukan hanya soal kesusastraan dalam pengertian bahasa yang indah, melainkan mencakup seluruh aspek yang memperindah ucapan, perilaku, akhlak, dan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjadi alat penting dalam membangun kepribadian, menciptakan keharmonisan sosial, dan menebar kebaikan di tengah masyarakat.

Posting Komentar untuk "Adab: Maknanya Secara Bahasa dan Istilah (Adab #1)"